Minggu, 15 Desember 2019

Peran pemuda dalam dakwah by deva

KARYA TULIS ILMIAH 
PERAN PEMUDA DALAM DAKWAH









DOSEN PENGEMPU :

HENDRI  FIRMANSYAH. M,pd

DISUSUN OLEH:

DEPA OKTAVIA
19111330023

PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
2019/2020














HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
1. DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah

BAB 2 PEMBAHASAN
1. Pengertian Dan Keistimewaan Pemuda
 a.  Pengertian Pemuda.
 b. Keistimewaan Masa Muda
         2.  Peranan Pemuda Dalam dakwah Islam
         3.  Cara-cara Untuk Memaksimalkan Peran Pemuda Dalam Dakwah

BAB 3 PENUTUP
         1.Kesimpulan
         2. Saran




















KATA PENGANTAR
            Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah yang berjudul “PERAN PEMUDA DALAM DAKWAH”.
            Adapun maksud dan tujuan dari penulisan karya tulis ini, untuk memenuhi upaya penulis dalam mengembangkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan tentang materi yang sedang penulis pelajari.






Bengkulu,15 Desember 2019





  penyusun





















PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah

Masa muda adalah masa keemasan seseorang, baik dari segi fisik maupun non fisik. Masa muda juga merupakan masa-masa puncak dari pembentukan karakter seseorang. Pemuda adalah calon pemimpin dimasa yang akan datang, dan di pundaknyalah terdapat kejayaan maupun kehancuran. Para pemuda merupakan asas gambaran akan masa depan suatu bangsa. Meski demikian, perlu juga digaris bawahi bahwasanya masa muda adalah masa dimana segala hasrat berada di puncaknya. Hasrat dan keinginan bergejolak dahsyat dalam jiwa. Godaan dan dorongan nafsu mendesak sangat kuat, sehingga peluang untuk tergelincir pada lembah kemaksiatan terbuka lebar, sebagaimana peluang menuju kesuksesan pun terhampar di depan mata.
Karena begitu besarnya peranan pemuda maka  wajar apabila perhatian islam terhadap para pemuda sangat besar. Jika pendidikan, pelatihan dan pengkaderan pemuda kita lakukan dengan maksimal maka dengan izin Allah akan kita akan mencapai puncak kejayaan, begitu pula dalam bidang dakwah.

B.     Perumusan Masalah
Rumusan masalah pada karya ilmiah ini adalah :
1.Siapakah yang disebut dengan pemuda dan apakah keistimewaannya menurut sudut pandang islam?
2.Apa sajakah peranan pemuda dalam perkembangan dakwah islam?
3.Bagaimana cara memaksimalkan peranan pemuda dalam dakwah islam?



















PEMBAHASAN

1. Pengertian Dan Keistimewaan Pemuda

a.  Pengertian Pemuda.
Masa muda adalah masa yang lazim bagi setiap individu, yaitu masa dimana seseorang berkembang pesat baik dari segi fisik, pemikiran maupun kepribadian. Islam sendiri mendefinisikan hakikat dari pemuda bahwa mereka adalah orang-orang  yang berada di antara umur awal ia baligh yakni kira-kira dari umur lima belas tahun sampai dengan empat puluh tahun, karena batas pertumbuhan serta puncak kematangan seseorang berada pada  umur empat puluh tahun. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT “ Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun” (QS al-Ahqaf: 15)

b. Keistimewaan Masa Muda

Diantara keistimewan dari masa muda adalah sebagai berikut:
• Masa muda adalah masa paling produktif  bagi setiap individu dimana seseorang berada pada kekuatan fisik dan mentalnya yang berkembang dengan pesat, dan masa muda adalah masa terkuat diantara dua masa yang terdapat banyak kelemahan (yakni masa kanak-kanak dan masa tua) sebagaimana Allah sifatkan keduanya dalam alquran “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban” (QS Rum:5)
• Masa muda adalah masa terpanjang dalan hidup kita. Rata-rata umur hidup manusia sepeninggalan nabi Muhammad  shalallahu ‘alaihi wa sallam berada diantara enam puluh sampai tujuh puluh tahun sebagaimana sabda beliau yang artinya “Rata-rata umur dari ummatku diantara enampuluh tahun sampai tujuh puluh tahun dan sedikit dari mereka yang lewat dari itu” (HR Tirmidzi no. 3550). Dan kisaran masa muda seseorang adalah 25 tahun oleh karena itu maka kita wajib memanfaatkan masa muda kita dengan maksimal.
• Para pemuda merupakan pondasi suatu bangsa, jika para pemuda suatu negeri hancur maka hancurlah masa depan negeri tersebut.



2.      Peranan Pemuda Dalam dakwah Islam
Sejarah mencatat bahwa  pemuda memiliki peranan penting dalam perkembangan Islam di muka bumi ini. Dari awal nabi Muhammad diutus sampai masa era globalisasi ini, para pemudalah yang banyak bergerak  dan berpengaruh besar dalam dakwah Islam. Bukankah Allah mengutus para nabi dan dan rasul ketika mereka masih berada pada masa muda? Ibnu Abbas radhiallahu‘ahu berkata: “tak ada seorang nabi pun yang Allah utus melainkan ia dipilih ketika masih muda. Begitu pula tidak seorang alim pun yang diberi ilmu melainkan ia hanya di kalangan pemuda” lalu Ibnu Abbas membaca firman-Nya “Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim"( QS. al Anbiyaa: 60, Tafsir Ibnu katsir 5/ 349).
Bukan hanya dari kalangan nabi, para pengikut nabipun kebanyakan mereka adalah pemuda. Kita ketahui bahwasanya Abu Bakar adalah orang yang paling mulia dikalangan sahabat, dan beliau masuk islam pada umur tiga puluh tujuh tahun. Ketika beliau masuk islam, beliau menginfakkan seluruh harta dan jiwanya untuk menolong dakwah Rasulullah shalallau ‘alaihi wasallam.Umar bin Khatab, beliau masuk islam pada umur dua puluh enam tahun, dengan keislamannya dakwah bisa berkembang pesat pada saat itu, dan masih banyak lagi para sahabat  muda yang selalu dibarisan depan dalam menolong dakwah Rasulullah.
Dan di era zaman modern ini, tantangan dakwah makin hari makin kompleks, pemahaman masyarakat akan agamanya begitu dangkal sehingga para musuh-musuh Islam dengan mudahnya memasukkan ideologi mereka sedikit demi sedikit ke dalam pikiran masyarakat muslim. Hanya dengan modal bungkusan yang rapi mereka dapat memasukkan pemikiran-pemikiran sesat ke dalam sanubari setiap orang yang mempunyai pengetahuan dangkal akan agamanya.
Di sinilah para pemuda dituntut untuk berperan aktif dalam perkembangan dakwah, mengajarkan asas-asas Islam di masyarakat, Mengajak mereka untuk kembali kejalan yang benar. Para pemuda harus bertindak cepat dalam memberantas segala pemahaman-pemahaman sesat yang tersebar di masyarakat.
Inilah misi dan tanggung jawab para pemuda dengan berperan aktif mengembangkan dakwah islam sehingga islam dapat berjaya seperti dulu.  Patut kita syukuri bahwa sudah banyak pemuda yang sadar dan berperan aktif dalam dakwah baik di ruang lingkup pendidikan seperti di perkuliahan maupun di kalangan masyarakat .Dakwah Islam pun sudah melebarkan sayapnya di dunia maya dan mendapatkan tempat di kalangan masyarakat  pengguna internet. Namun perlu diketahui bahwa pemuda haruslah memiliki bekal yang cukup untuk terjun di masyarakat sehingga mereka tidak akan merasa kesulitan dan tidak membuat masalah baru sehingga perkembangan dakwah makin rumit dan kompleks.


3.      Cara-cara Untuk Memaksimalkan Peran Pemuda Dalam Dakwah
Di pembahasan kali ini saya akan memaparkan beberapa langkah atau cara untuk meningkatkan peranan pemuda dalam dakwah. Dan saya akan membagi cara-cara tersebut menjadi dua bagian. Yang pertama langkah yang harus diambil bagi para tetua atau para senior, dan kedua adalah langkah-langkah yang harus ditempuh oleh kalangan pemuda itu sendiri.
Adapun langkah yang harus ditempuh dari golongan tua atau para senior yang berkompeten dalam dakwah adalah sebagai berikut:
Mengkader para pemuda muslim dengan memberikan pendidikan islam yang benar, serta memberikan wejangan dan motivasi akan pentingnya dakwah dan kedudukan orang yang berdakwah di jalan Allah.
Memberikan ladang dakwah kepada pemuda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan mereka ruang gerak baik dalam organisasi sekolah maupun kuliah ataupun memberikan mereka kesempatan berceramah di mesjid maupun dalam kegiatan keagamaan lainnya. Bisa juga dengan memperkenalkan mereka ke masyarakat dan mendekatkan mereka kepada tokoh-tokoh masyarakat sehingga kedepannya, mereka tidak sulit dalam berbaur dan berdakwah di masyarakat umum.
Memberikan pengarahan kepada para pemuda dalam dakwah, serta menceritakan pengalaman-pengalaman mereka, sehingga para pemuda dapat mengambil ibrah dan pembelajaran

Sedangkan langkah yang wajib ditempuh oleh para pemuda adalah:

Mengiklaskan niat dalam berdakwah dan selalu berdoa agar Allah memudahkan jalan mereka.
Membekali diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia sehingga mereka menjadi contoh dan tauladan di masyarakat.
Sabar dan tidak tergesa-gesa dalam berdakwah. Dalam hal semangat memang tidak dapat dipungkiri bahwasanya masa muda adalah masa dimana semangat juang memuncak, namun perlu digaris bawahi bahwa banyak para pemuda yang tergesa-gesa dan tidak sabar sehingga itu dapat menjadi penghalang terbesar mereka dalam berdakwah. Maka di sinilah pemuda dituntut untuk melatih kesabaran mereka, dan tidak tergesa-gesa dalam berdakwah.
Para pemuda muslim juga harus bisa mengajak pemuda lainnya ke arah yang positif. Agar terciptanya generasi-generasi pemuda muslim yang berkualitas.
Para pemuda diupayakan memiliki kerjasama yang solid antar sesama aktivis dakwah, sehingga ini akan mempermudah mereka dalam menghadapi berbagai masalah.
Meminta saran kepada da’i-da’i senior jika mengalami kesulitan.






















PENUTUP


A.    Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat kita simpulkan bahwasanya para pemuda muslim memiliki peranan yang sangat besar dalam perkembangan Islam baik dari awal diutusnya nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam sampai pada era modern saat ini. Namun peranan pemuda masa kini dalam dakwah telah jauh menurun. Untuk mengoptimalkan peranan mereka maka dibutuhkan usaha keras dan kerjasama yang solid baik diantara golongan tua maupun pemuda itu sendiri.

B.     Saran
Atas dasar kesimpulan dan implikasi karya ilmiah ini, maka penulis sangat menyarankan agar kita semua melaksanakan langkah-langkah yang telah dipaparkan. Apabila kita mampu mengaplikasikan langkah-langkah di atas maka insyaallah perkembangan serta peranan pemuda dalam dakwah dapat ditingkatkan.

Sabtu, 14 Desember 2019

Kewajiban Berdakwah by vinna

KARYA ILMIAH
“KEWAJIBAN BERDAKWAH”


DOSEN PENGAMPUH:

HENDRI FIRMANSYAH,M.PD
DISUSUN OLEH:

VINNA OKTAVIA SAFITRI (1911330006)


PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2019/2020



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan Karunia, Rahmat, dan Hidayah-Nya yang berupa kesehatan, sehingga karya ilmiah saya yang berjudul ‘KEWAJIBAN BERDAKWAH‘ dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai tugas individu mata kuliah BAHASA INDONESIA. Saya berusaha menyusun makalah ini dengan segala kemampuan, namun saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan baik dari segi penulisan maupun segi penyusunan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan senang hati demi perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bisa memberikan informasi mengenai ‘KEWAJIBAN BERDAKWAH’ yang bermanfaat bagi para pembacanya. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan untuk membuat makalah ini saya ucapkan terima kasih.



                                                                                    BENGKULU,16 DESEMBER 2019


                                                                                                      Penyusun









Ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………......i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI………….………………………………………………………………...........iii
BAB I       PENDAHULUAN
.1.   Latar Belakang…………………………………………………………...............1
.2.   Rumusan Masalah………………………………………......................  ...1
.3.   Tujuan………………………………………………………...................…………...1
.4.   Manfaat…………………………………………………....................…………..…1
BAB II      PEMBAHASAN
1.  Pengertian Dakwah……………………………………………………………...……2
2.  Dasar-dasar Kewajiban Berdakwah………....…………………………….2
3.  Metode-metode Dakwah…………………………………………..…......………3
4.  Tujuan Dakwah………………………………………………........……………………3
BAB III    PENUTUP
A.  Kesimpulan…………………………………………………………………......………..4
B.  Saran…………………………………..…………………………………………….......….4
DAFTAR PUSTAKA







iii
BAB I
    PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berdakwah dengan metode yang telah dijelaskan dalam Al Qur’an.
Diantara metode-metode tersebut adalah bil hikmah, bil mauidhotil hasanah dan bil mujadalah, metode-metode ini dimaksudkan agar dakwah dapat dicerna dan diterima oleh masyarakat dengan baik.
Selain itu dakwah hendaklah dimulai dari orang-orang yang terdekat yairu keluarga dan krabat agar masyarakat tidak mengira seorang da’i tidak bersikap tegas terhadap keluarganya, sehingga setiap ucapan dan perbuatannya dapat menjadi suritauladan bagi masyarakat.
Melihat begitu pentingnya dakwah tersebut, kami sebagai penulis mengharapkan karya tulis ini dapat menjadi sarana berdakwah serta dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca dan masyarakat.
2. RUMUSAN MASALAH :
1. Apakah yang dimaksud dengan dakwah ?
2. Apa yang menjadi dasar dalam berdakwah ?
3. Bagaimana metode yang digunakan dalam berdakwah ?
4. Apa saja tujuan dakwah ?
3. TUJUAN :
1. Mengetahui definisi dakwah
2. Mengetahui dasar-dasar yang digunakan dalam berdakwah
3. Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam berdakwah
4. Mengetahui tujuan berdakwah






1
BAB II
     PEMBAHASAN

1.  Pengertian Dakwah
Dari segi bahasa ( etimologi ) kata dakwah berasal dari bahasa arab yaitu                    ﺪﻋﺎ – ﯾﺪﻋﻮ –  ﺪﻋﻮﺓ yang berarti ajakan, seruan, panggilan, undangan. Jadi yang dimaksud ilmu dakwah adalah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara, tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk mengikuti, menyetujui suati pendapat tertentu dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah Yang Maha Kuasa demi kebahagiaan dunia akhirat.
Dakwah mempunyai dua unsur, yaitu :
1. Penerangan, yaitu memberikan pengertian terhadap orang lain mengenai
suatu masalah.
2. Penyiaran, yaitu memberikan penjelasan-penjelasan terhadap suatu masalah yang
sudah ada pokok permasalahannya, sehingga penjelasannya datang kemudian.
Bagi kaum muslimin dakwah adalah suatu tugas suci yang wajib dilaksanakan, tidak perlu cemas dengan adanya tantangan-tantangan tetapi harus optimis agar cahaya islam tetap terpancar keseluruh penjuru dunia.
2.  DASAR – DASAR BERDAKWAH
Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad dan umatnya untuk menyeru manusia agar meng-Esakan Allah dengan mentaati segala perintahNya hal ini berdasarkan firman Allah :
ﻗﻞ ﻫﺬﻩ ﺴﺒﯿﻠﻰ ﺃﺪﻋﻮﺍ ﺇﻠﻰ ﷲۚ ﻋﻠﻰ ﺒﺼﯿﺮﺓ ﺃﻧﺎ ﻮﻣﻦ ﺗﺒﻌﻧﻰۖ ﻮﺳﺒﺣﻦ ﷲ ﻮﻣﺎ ﺍﻧﺎ
ﻣﻦﺍﻠﻣﺷﺮﻜﻴﻦ
Artinya : Katakanlah “ Inilah jalan ( agamaku ), aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak ( kamu ) kepada Allah dengan hujjah yabg nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik ”.
Selain ayat tersebut Allah juga memerintah nabi Muhammad untuk berdakwah dengan cara-cara atau metode yang baik, karena tidak sedikit pantangan dan rintangan yang menghalangi kegiatan dakwah beliau. Hal ini terdapat didalam Q.S. An Nahl ayat 125 :
ﺍﺪﻉ ﺍﻠﻰ ﺴﺑﻴﻞ ﺮﺑﻚ ﺑﺎﺍﻠﺣﻜﻣﺔ ﻮﺍﻠﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﺣﺴﻧﺔ  ۖ  ﻮﺟﺎﺪﻠﻬﻢ ﺒﺎﺍﻠﺘﻰ ﻫﻲ ﺍﺣﺴﻦۚ
2
ﺍﻦ ﺮﺒﻚ ﻫﻭﺍﻋﻠﻢ ﺒﻤﻥ ﻀﻞ ﻋﻥ ﺳﺒﻴﻠﻪ  ۖ  ﻭﻫﻭﺍﻋﻠﻢ ﺒﺎﺍﻠﻤﻬﺘﺪ ﻴﻥ
Artinya : “ Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk ”.
3. METODE – METODE DAKWAH
Berdakwah hendaklah menggunakan metode-metode yang baik agar dapat dapat diterima oleh masyarakat luas. Adapun metode-metode yang digunakan untuk berdakwah antara lain :
1.Bil Hikmah ( ﺑﺎﺍﻠﺣﻜﻣﺔ )
Yang dimaksud bil hikamah disini yaitu, hendaklah dakwah berisikan ilmu pengetahuan yang mampu mengungkap faedahnya untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia. Untuk itu seorang da’i harus dapat memilih materi yang sedang dihadapi manusia pada zamannya.
2.Bil Mauidhotil Hasanah ( ( ﺍﻠﻤﻮﻋﻈﺔ ﺍﺣﺴﻧﺔ
Dakwah endaklah dilaksanakan dengan lemah lembut, dengan cara yang baik, dan tidak menimbulkan kekegelisahan dan ketakutan karena merasa dipaksa. Namun boleh juga diselipkan materi pelajaran yang berisikan adzab-adzab dan hukuman yang diancam Tuhan kepada mereka yang sengaja berbuat dosa dan kemungkaran, dengan maksud mereka menghindari perbuatan yang menimbulkan ancaman Tuhan tersebut.
3.Bil Mujadalah ( ﻮﺟﺎﺪﻠﻬﻢ ﺒﺎﺍﻠﺘﻰ ﻫﻲ ﺍﺣﺴﻦ )
Bila dalam dakwah terjadi perdebatan atau bantahan dengan kaum musyrikin atau ahli kitab, hendaklah menjawab bantahan mereka dengan bantahan yang baik. Perdebatan yang baik ialah perdebatan yang dapat menghambat timbulnya hal-hal yang negatif seperti sombong, gengsi, dan lain sebagainya.
4.  TUJUAN DAKWAH
Pada zaman ini, kita atau para da’i berkewajiban untuk menyampaikan atau berdakwah kepada seseorang, baik dimulai dari keluarga dekat, lingkungan sekitar sampai ke khalayak umum. Adapun tujuan berdakwah adalah :
1. Mengembangkan ajaran agama Islam, maksudnya para da’i dapat mengembangkan ajaran Islam dari satu daerah ke daerah lain sehingga ajran agama Islam ini dapat tersebar luas dansemakin banyak orang-orang yang masuk didalamnya.
2. Memberikan pengetahuan tentang Islam. Suatu pengetahuan bagi seseorang sangatlah penting terlebih pengetahuan tentang agama.Antara pengetahuan agama maupun pengetahuan umum ahruslah seimbang, oleh karena itu para da’i berkawajiban berdakwah secara terang-terangan.
3. Mengajak ( Menyeru ) kepada kebaikan. Para da’i dapat mengajak masyarakat untuk Amal Ma’ruf Nahi Munkar, masudnya para da’i dapat mengajak masyarakat untuk menjalankan kebaikan dan meninggalkan semua kemungkaran.

BAB III
                 PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Dakwah adalah tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk mengikuti suatu pendapat tertentu dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai denagn perintah Allah.
2. Dakwah merupakan kewajiban setiap kaum muslim yang harus dilaksanakan.
3. Dakwah harus dimulai dari keluarga terdekat sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
4. Cara-cara yang digunakan dalam berdakwah haruslah cara-cara yang sopan dan bijaksana, sehingga tidak menimbulkan kemarahan bagi orang lain.
5. Dakwah memiliki beberapa tujuan, diantaranya mengajak kebaikan. Dengan adanya dakwah, diharapkan orang yang semula tidak mengerti agama dapat memahami agama dengan baik.
B. SARAN
Manusia adalah kholifah dimuka bumi ini, maka sudah sepantasnya menjaga tingkah laku dan perbuatan. Selain itu, seorang kholifah mempunyai kewajiban untuk mengarahkan yang dipimpin itu, berarti kita khususnya orang Islam berkewajiban untuk berdakwah dalam arti kita bukan diperintah untuk menjadi seorang da’i atau kyai bahkan ulama’ tetapi kita berkewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar atau dengan kata lain mengajaka orang lain untuk melakikan kebaikan dan mencegahnya berbuat kejahatan. Sehingga apabila setiap orang merasa mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, ia akan membenahi diri sendiri terlebih dahulu dan kemudian akan terciptalah sebuah ketentraman, kebahagiaan, dan kemaslahatan.









4
DAFTAR PUTAKA
Firdos Mujahidin, M.Ag, AL QUR’AN DAN HADIS, Madrasah Aliyah kelas XII, TITIAN ILMU.


KARYA ILMIAH "DAKWAH RASULULLAH PERIODE MADINAH" BY SENTIA ARDILA

KARYA TULIS ILMIAH
“DAKWAH RASULULLAH PERIODE MADINAH”


DOSEN PENGAMPU:
HENDRI FIRMANSYAH,M.PD

DISUSUN OLEH:

1.SENTIA ARDILA 1911330009


PROGRAM STADI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTASUSHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2019/2020






KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah,berkat rahmat dan hidayah dari ALLAH SWT., akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah yang berjudul” DAKWAH RASULULLAH PRIODE MADINAH”. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi besar MUHAMMAD SAW yang selalu kita harapkan syafaatnya.
Karya tulis ini dibuat untuk melengkapi tugas B.Indonesia.
Dalam pembuatan karya tulis ini tentu saja masih banyak kekurangan,baik isi maupun cara pengungkapannya.Hal ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis.Untuk itu kami sangat menantikan saran-saran dari pembaca.
Besar harapan kami, karay tulis ini dapat diterima,bermanfaat khususnya bagi pembaca.



Bengkulu,16 Desember







DAFTAR ISI
Kata pengantar...................................................................................2
Daftar Isi................................................................................................3
Bab I Pendahuluan
1. Latar belakang.......................................................................3
        2. Pemasalahan..........................................................................3
        3. Tujuan.......................................................................................3
Bab II Pembahasan
        1. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW........................5
        2. Proses Turunnya Wahyu Pertama...............................6
        3. Nabi Muhammad SAW Dalam Berdakwah...............7
        4. Hijrah Nabi Ke Madinah...................................................8
        5. Pembentukan Komunitas Madinah dan Negara Madin
        6. Piagam Madinah...............................................................10
Bab III Penutup
        1.Kesimpulan..........................................................................14
2. Saran......................................................................................14
DAPTAR PUSTAKA............................................. …………………15


BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebagai seorang muslim hendaknya kita harus mengetahui sejarah nabi Muhammad SAW baik ketika beliau dalam berdakwah sampai hijrah ke madinah dan diangkat sebagai Rasul.
Oleh karena itu,kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan sejarah dan perjalanan nabi untuk selalu kita contoh dan kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Telah kita ketahui bersama bahwa umat islam pada saat sekarang ini lebih banyak mengenal figur-figur yang sebenarnya tidak pantas untuk di contoh dan ironisnya mereka sama sekali buta akan sejarah dan pri kehidupan Rasulullah SAW.

Oleh karena itu,kami mencoba untuk membuka, memaparkan tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, dan mudah-mudahan dengan adanya karya ilmiah ini  menambah rasa kecintaan kita pada nabi Muhammad SAW.
2. Permasalahan
1.      Sejarah hidup nabi Muhammad SAW
2.      Turunnya wahyu yang pertama
3.      Nabi Muhammad dalam berdakwah
4.      Nabi Muhammad SAW hijrah kemadinah
5.      Pembentukan Komunitas Madinah
6.      Pembentukan Negara Madinah
7.      Piagam Madinah
3. Tujuan
Adapun tujuan penulis menyusun karya ilmiah ini supaya pembaca lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW dan proses pembentukan Negara Madinah sekaligus memahami isi-isi piagam Madinah.
























BAB II
PEMBAHASAN

1. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal atau 20 April 571M. Sebelum beliau dilahirkan ayahnya telah wafat oleh karena itu,kakeknyalah yang mengasuh beliau kemudian di susui oleh Halimatus Sa'diyah. Setelah kakeknya wafat beliau diasuh oleh pamannya yaitu Abu Thalib.salah satu dari usaha Muhammad yang terpenting sebelum di utus menjadi rosul ialah berniaga ke syam membawa barang-barang Khadijah. Perniagaan ini menghasilkan laba yang banyak dan menyebabkan adanya pertalian antara Muhammad dengan Khadijah dan mereka kemudian mereka menikah. waktu itu beliau berumur 25 tahun dan khadijah sudah janda yang berumur 40 tahun.
2. Proses Turunnya Wahyu Yang Pertama
Menjelang usianya yang ke 40, dia sudah terlalu terbiasa memisahkan diri dari kegalauan masyarakat, berkontemplasi ke gua hira, bebarapa kilometer di utara kota mekah. Disana Muhammad mula-mula ber jam-jam kemudian berhari-hari bertafakur. Pada tanggal 17 ramadhan tahun 611 Masehi, malaikat jibril muncul menyampaikan wahyu Allah yang Artinya :
Bacalah dengan nama tuhanmu yang telah mencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu itu maha melihat. Dia telah mengajar dengan kalam. Dia telah mengajar manusia apa yang mereka tidak ketahui ( QS 96 : 1-5 )
Dengan turunnya wahyu pertama itu, berarti Muhammad telah dipilih Allah sebagai Rasul, dia belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada agama. Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama sementara Nabi Muhammad SAW menantikannya dan selalu datang ke Gua Hira'.
3. Nabi Muhammad SAW Dalam Berdakwah
Dalam proses penantian Jibril, turun wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu itu berbunyi sebagai berikut :
Hai orang yang brselimut bangun, dan beri ingatlah. Hendaklah engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa dan janganlah engkau memberi ( dengan maksud ) memperoleh ( balasan ) yang lebih banyak dan untuk ( untuk memenuhi perintah ) Tuhanmu bersabarlah. ( Al- Muddatsir 1-7 )
Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secara diam-diam di lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Mereka di seru kepada pokok-pokok agama islam yang disebut dalam ayat-ayat diatas yaitu, bertauhid kepada allah dan meninggalkan ilah dan berhala-berhala yang mereka sembah.
Mula-mula istrinya sendiri, Khadijah, kemudian saudara sepupunya Ali bin Abi Thalib yang baru berumur 10 tahun. Kemudian Abu Bakar sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Lalu Zaid, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya. Ummu Aiman, pengasuh Nabi sejak ibunya Aminah masih hidup. Banyak orang-orang yang menerima seruan Nabi melalui perantara Abu Bakar. Mereka dikenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun . Mereka ialah Usman bin Affan, Zubair ibnu Awwan, Sa'ad ibnu Abu Waqqas, Abdurrahman ibnu Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah ibnul Jarrah, dan Arqam ibnu Abu Arqam. Rumah Arqam pada saat itu dijadikan tempat pertemuan untuk menyampaikan dakwah islam.
Tidak berapa lama turunlah ayat kepada Nabi Muhammad SAW “ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musrik. Sesungguhnya kami memelihara kamu dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olokan kamu.
Sesudah ayat ini tu, mulailah Rasulullah SAW menyeru segenap lapisan manusia kepada agama Islam menyeru segenap lapisan manusia secara terang-terangan baik golongan bangsawan maupun hamba sahaya, begitupun anggota kerabat mereka sendiri atau orang-orang yang jauh. Mula-mulanya beliau menyeru penduduk mekkah lalu kemudiah penduduk negeri yang lain. Disamping itu beliau juga orang-orang yang berdatangan ke mekkah untuk melakukan ibadah haji. Dengan usahanya yang gigih. Hasil yang diharapkan mulai terlihat. Jumlah pengikut nabi yang tadinya hanya 12 an orang makin hari makin bertambah. Mereka terutama terdiri dari kaum wanita, budak, pekerja dan orang-orang yang tak punya.
- Quraisy Mulai Menentang
Setelah dakwah terang-terangan itu pemimpin quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah rasul. Semakin bertambanya jumlah pengikut Nabi, semakin keras tantangan yang dilancarkan kaum Quraisy.
Faktor-faktor yang mendorong Quraisy menentang seruan islam
Dengan mempelajari dan mengerti bagaimana kehidupan bangsa arab dapatlah kita menyimpulkan sebab-sebab yang mendorong kaum quraisy menentang agama islam yaitu sebagai beriku :
Persaingan merebut kekuasaan
Kaum Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan, atau antara kenabian dan kerajaan. Mereka mengira tunduk kepada agama Muhammad berarti tunduk kepada kekuasaan Abdul Muthalib. Sedangkan suku-suku bangsa arab selalu bersaingan untuk merebutkan kekuasaan dan pengaruh. Sebab itu bukanlah hal yang mudah bagi kaum quraisy untuk menyerehkan kepemimpinan kepada Muhammad karena menurut mereka berarti suku-suku bangsa arab akan kehilangan kekuasaan dalam masyarakat.
Penyamaan antara hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya
Bangasa arab hidup dengan system kasta, tiap-tiap manusia digolongkan dalam kelompok kasta yang tak boleh dilampauinya. Tapi seruan nabi Muhammad memberikan hak yang sama kepada manusia, yang merupakan suatu dasar yang penting dalam agama islam, agama islam memandang sama antara hamba sahaya dengan tuannya.
Takut dibangkitkan dari alam kubur
Agama islam mengajarkan bahwa pada hari kiamat manusia akan dibangkitkan dari dalam kuburnya dan semua amal perbuatan manusia akan di hisab , orang-orang yang berbuat baik maka Allah akan membalasnya dengan surga akan tetapi orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan neraka. Kaum Quraisy tidak dapat menerima agam islam yang mengajarkan manusia akan dibangkitkan kembali sesudah mati.
Taklid kepada nenek moyang
Para kaum Quraisy taklid secara membabi buta terhadap nenek moyangnya dan mengikuti langkah-langkah mereka dalam persoalan peribadatan dan tingkah laku adalah suatu yang telah berurat dan berakar pada bangsa arab karena itu sangat beratlah terasa bagi mereka meninggalkan agama nenek moyang dan mengikuti agama baru yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Mereka berkata : “Apabila dikatakan kepada mereka” Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti rasul. “Mereka menjawab: cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakanya. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa dan tidak pula mendapat petunjuk?
Memperniagakan patung
Salah satu dari perusahaan orang arab dahulu adalah memahat patung yang menggambarkan Latta, Uzza , Manna , dan Hubal patung-patung itu mereka jual kepada Jamaah Haji, mereka membelinya supaya mendapat berkat atau untuk kenang-kenangan. Tetapi agama Islam melarang menyembah memahat dan menjual patung, karena itu saudagar-saudagar patung memandang agama Islam sebagai penghalang rezeki mereka, oleh karena itu, mereka menentang agama islam.
Fase-fase tantangan Quraisy terhadap agama Islam
Pada permulaan islam kaum Quraisy belumlah mencurahkan perhatiannya terhadap umat islam mereka mengira bahwa seruan nabi Muhammad itu hanya satu gerakan yang tidak akan bertahan lama untuk akan lemah dan akan punah dengan sendirinya. Akan tetapi, alangkah terkejutnya mereka melihat dengan cepat memasuki kehidupan rumah tangga mereka dan hamba sahaya yang dulu mereka anggap derajatnya terlebih sebagai harta benda telah menerima pula seruan itu dan telah menerima pula seruan itu dengan baik. Pertama sekali mereka halangi para hamba sahaya dan orang-orang yang lemah seperti Yasir dan putranya Ammar serta istrinya Summayyah, begitu juga Bilal, Habab Ibnu Haris dan lainnya mendapat siksaan yang berat diluar prikemanusiaan. Akan tetapi Nabi SAW tidak mendapatkan siksaan karena Bani Hasyim memiliki kedudukan yang tinggi pada pandangan mereka dan Rasul sendiri mendapat perlindungan dari pamannya Abu Thalib. Akan tetapi, seruan Nabi bertambah tersiar dan bangsawan Quraisy mulai banyak yang masuk.
4. Hijrah Nabi Ke Madinah
1.      Rencana-rencana jahat kafir Quraisy terhadap diri Nabi Muhammad dan kaum Muslimin diantaranya,
2.      Fitnah tentang Nabi Muhammad dituduh juru penerang yang memecah belah masyarakat
3.      Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad sehingga dia ingin membunuhnya
4.      Kaum Muslimin yang di Makkah dikucilkan oleh masyarakat Makkah selama tiga tahun.
Melihat kenyataan seperti itu akhirnya nabi memandang bahwa kota Makkah tidak dapat dijadikan lagi pusat dakwah. Karena itu, Nabi pernah mengunjungi beberapa negeri seperti Thaif, untuk dijadikan sebagai tempat pusat dakwah, namun ternyata tidak bisa, karena penduduk Thaif juga memusuhi Nabi. Oleh karena itu, Nabi memilih kota Madinah ( Yastrib ) sebagai tempat hijrah kaum Muslimin, dikarenakan beberapa faktor antara lain :
1.      Madinah adalah tempat yang paling dekat dengan Makkah
2.      Sebelum jadi Nabi, Muhammad telah mempunyai hubungan yang baik dengan penduduk madinah karena kakek nabi, Abdul Mutholib, mempunyai istri orang Madinah
3.      Penduduk Madinah sudah dikenal Nabi bahwa mereka memiiki sifat yang lemah lembut
4.      Nabi Muhammad SAW mempunyai kerabat di madinah yaitu bani Nadjar
5.      Bagi diri Nabi sendiri, hijrah ke Madinah karena perintah Allh SWT.
Pada tahun ke-13 sesudah Nabi Muhammad diutus, 73 orang penduduk Madinah berkunjung ke Makkah untuk mengunjungi Nabi dan meminta beliau agar pindah ke Madinah. Dikarenakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penduduk Madinah mudah menerima ajaran Islam yaitu :
1.      Bangsa arab Yastrtib lebih memahami agama-agama ketuhanan Karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu, kubur, hisab, berbangkit, surga dan neraka.
2.      Penduduk Yastrib memerlukan seorang pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan.
Selama dalam perjalanan ke Madinah beliau mengalami banyak gangguan selain diganggu oleh Suraqah yang mengejar beliau sekaligus pembunuh bayaran, beliaupun sempat singgah ke Kubah dan mendirikan masjid yang dikenal dengan Masjid Kuba, dalam Al-Qur'an disebut dengan Masjid Taqwa . Masjid inilah yang pertama kali dibangun oleh Nabi Muhammad SAW.
Setelah ada berita bahwa Nabi Muhammad dalam perjalanan menuju kota Madinah maka kaum Muslimin Madinah sudah nenunggu kedatangan beliau dengan penuh kerinduan dan penghormatan. Pada hari Jum'at tahun pertama hijriah bertepatan dengan tanggal 2 Juli 622M, Nabi beserta rombongan Muhajirin lainnya disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil melagukan sebuah syair yang terkenal. Pada hari jum'at itu pula Nabi untuk pertama kali mengadakan Shalat Jum'at bersama kaum Muhajirin dan Anshor.
Setelah Nabi menetap di Madinah, barulah Nabi mulai mengatur semua untuk kebaikan dan kepentingan penduduk Madinah serta kepentingan umat Islam. Peristiwa hijrah nabi ke Madinah akhirnya dijadikan sebagai awal perhitungan tahun hijriah.
5. Pembentukan komunitas madinah dan Negara madinah
Setalah tiba dan diterima penduduk Yastrib ( Madinah ), Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Babak baru dalam sejarah Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekkah, periode Madinah, Islam, merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara. Dengan kata lain, dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan, kekuasaan spiritual dan duniawi. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan sebagai Kepala Negara. Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan Negara baru itu, nabi segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama , pembangunan Masjid, selain untuk tempat shalat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum Muslimin dan mempertalikan jiwa mereka. Masjid pada masa Nabi juga berfungsi sebagai pussat pemerintahan. Dasar kedua , Ukhuwah Islamiah , persaudaraan sesama musllim. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin dengan Anshor. Ini berarti menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan beersasarjan darah. Dasar ketiga , hubungan persahabatan sengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam.
Meskipun penduduk Madinah terdiri dari Islam, Yahudi, dan Musyrikin. Rasulullah menetapkan keamanan Negeri Madinah adalah tanggung jawab semua golongan. Bila ada musuh dari luar maka secara gotong-royong mengusirnya. Konsep tanggung jawab ini menjadikan Negeri Madinah adalah tempat tinggal yang aman bagi umat Islam, dan golongan lain. Secara garis besar Negeri Madinah yang ditetapkan Rasulullah yaitu :
1.      Setiap golongan, kaum atau suku bertanggung jawab bagi harta rampasan atau uang tebusan bagi masing-masing anggotanya.
2.      Penduduk Madinah diharapkan kompak dalam menghadapi tindak kriminal, sekalipun untuk keluarga terdekatnya yang merugikan anggota masyarakat lain
3.      Orang Yahudi dari berbagai kelompok harus menjaga agamanya sendiri dan mereka dengan kaum muslimin harus saling membantu.
Hijrahnya Rasulullah SAW memberikan hikmah yang besar terhadap perkembangan Dakwah Islamiah diantaranya :
1.      Kemenangan dakwah Rasulullah dan kaum Muslimin terhadap kaum Quraisy
2.      Terbentuknya agama Islam yang beribukota di Madinah dengan nabi Muhammad SAW sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahannya
3.      Tersebarnya agama Islam kepelosok penjuru dunia
6. Piagam Madinah
Isi Piagam Madinah antara lain :
1.      Kelompok masing-masing berhak menghukum orang yang membuat kerusakan dan memberikan keamanan bagi orang yang patuh
2.      Kebebasan beragama terjamin untuk semua kelompok
3.      Menjadi suatu kewajiban bagu penduduk madinah muslim dan yahudi untuk salaing membantu dan menolong
4.      Saling mengadakan kerja sama dengan mempertahankan Negeri Madinah dari segala serangan
5.      Rasulullah menjadi pemimpin tertinggi di negeri Madinah, segala perkara dan perselisihan besar diserahkan kepada beliau untuk memutuskannya.








BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa sanya nabi Muhammad saw merupakan nabi dan rasul yang diutus kepada manusia untuk memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus dengan perjuangan yang gigih. Beliau
berhasil merubah kebiasaan umat manusia dari keburukan kepada jalan kebenaran untuk menyembah Allah swt.
Dan bagaimana kita sebagai umat islam untuk menjadikan beliau sebagai contoh dan suri tauladan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam lingkungan keluarga, agama, masyarakat, dan bernegara.
2. Saran
Adapun saran penulis kepada pembaca agar dapat lebih mengetahui tentang kehidupan nabi Muhammad SAW, proses turunnya wahyu yang pertama, hijrahnya nabi ke Madinah, dan proses pembentukan Negara Madinah sekaligus dapat memahami isi-isi piagam Madinah. Selain dari pada itu, bila terdapat kesalahan kami mohon maaf karena masih dalam proses pembelajaran.












DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Taufik (ed.) 2002. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.                                                                                                                                     
Ali, K . . Sejarah Islam. Jakarta: Srigunting.
Al Jaziri, Abu Bakar. 2002. Ensiklopedi Muslim. Jakarta; Darul Fatah
Daradjat, Zakiah. 1999. Dasar-Dasar Agma Islam. Jakarta: Universitas Terbuka
Daud, Ma’mun. (terj). 1993. Terjemahan Hadis Sahih Bukhari. Jakarta : Widjaya
Osman, A. Latif. 2001.Ringkasan Sejarah Islam.Jakarta:









Minggu, 27 Oktober 2019

Scanning dan Skimming - Membaca merupakan aktivitas yang penting untuk memperluas wawasan. Dengan kecepatan membaca yang tinggi, maka akan semakin cepat informasi dapat diserap oleh pembaca. Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa teknik membaca cepat yang sering digunakan. Teknik membaca Scanning dan Skimming, adalah dua teknik membaca cepat yang bisa digunkanan. Kedua teknik ini memiliki ciri dan kelebihan masing-masing. Kali ini kita akan membahas lebih lanjut tentang kedua teknik ini.





1. TEKNIK MEMBACA SCANNING

Scanning disebut juga membaca memindai. Teknik ini dilakukan dengan cara membaca loncat-loncat untuk mencari kata-kata yang diinginkan. Teknik Scanning bisa diibaratkan seperti antivirus yang sedang menscan virus-virus yang ada pada komputer. Membaca scanning ini dilakukan dengan tujuan mencari informasi-informasi penting dalam sebuah bacaan.

Pada prakteknya kita bisa menggunakan teknik membaca scanning pada kegiatan membaca seperti di bawah ini :
1. Membaca untuk mencari nomor telepon
2. Membaca untuk mencari kata pada kamus
3. Membaca untuk mencari entri pada indeks
4. Membaca untuk mencari angka-angka statistik
5. Membaca untuk mencari acara televisi
6. Dan sebagainya





2. TEKNIK MEMBACA SKIMMING

Skimming atau disebut juga dengan teknik membaca layap, adalah teknik membaca dengan kecepatan tinggi untuk mencari hal-hal yang penting atau ide pokok dari suatu bacaan.
Kita menggunakan teknik membaca skimming ketika kita membaca sebuah paragraf dengan tujuan untuk mengetahui gagasan pokoknya.

Lengkah-langkah yang bisa kita lakukan antara lain :

1. Memeriksa bab dan sub bab yang ada dalam buku, untuk mendapatkan gambaran umum dari isi buku.

2. Perhatikan ilustrasi yang terdapat dalam sebuah bacaan untuk mengetahui dengan cepat tema dari bacaan tersebut.

3. Baca bagian-bagian penting yang terdapat di awal dan akhir sebuah bacaan.

4. Carilah kata-kata kunci yang terdapat dalam bacaan.

Membaca Ekstensif adalah teknik membaca dalam hati dimana pembaca harus bisa membaca wacana panjang dalam waktu yang terbatas Membaca ekstensif disebut juga dengan membaca sekilas atau membaca dangkal.